Sebuah Nasihat untuk saudara-saudaraku

saudara-saudara ku sebuah perjuangan akan sirna di terpa badai.
badai yang kejam lagi menghinakan.
tenggelam jiwa di kandung kelam
lebih kelam dari pada lautan tempat Yunus di telan ikan paus
lebih mengerikan daripada ulat-ulat yang menyerang Nabi ayyub.
sekelam dan sengeri apapun musibah yang menimpa mereka
namun mereka tetap tabah seraya berdoa "laa ilaaha Illa anta subhanaka Inni kuntu minazhaalimiin" dan Ayyub pun berkata dengan suara yang lemah lembut "Rabbi anni massaina addurru wa anta ar-hamurraahimiin" Tuhan sesungguhnya aku di timpa penyakit dan engkau adalah sebaik-baik penyayang.
betapa indah lantunan doa ini.
Saidi Kurdi Allamah Said Nursi mengatakan sesungguhnya kondisi yang kita alami sekarang adalah kondisi yang lebih kelam dari kelamnya lautan Nabi Yunus, lebih mengerikan dari pada ikan paus yang menelan dia. jika kita ingin membalikkan ruh kita menjadi jasad dan jasad menjadi ruh.. tentu kita akan lari sejauh-jauhnya melihat kondisi ruh kita yang lebih mengerikan dari apa yang dialami oleh nabi Ayyub a.s. ulat-ulat nafsu ammarah bis-su' telah menggerogoti kabu kita yang menjadi wadah tempat bersemayamnya iman.
ya Allah ya Rabb langit dan Bumi ampunilah dosa-dosa kami.. sesungguhnya tidak ada ampunan kecuali ampunan Mu ya Rabb. kami meminta belas Rahmat Mu karena Rahmat Mu Lebih luas daripada murka-Mu..
di tengah hiruk pikuk kemunduran ini kami senantiasa berdoa agar kami memiliki secercah cahaya harapan dalam mewujudkan perjuangan kami.. dengan harapan ini semoga bisa menjadi wasilah bagi kami di dunia dan akhirat amiin
(Lintasan pikiran )

0 Response to " Sebuah Nasihat untuk saudara-saudaraku "