Mapesa : Nisan Bersurat di Gampong Ateuk Jawo


(Tim MAPESA sedang berfose bersama)
Banda Aceh- Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa).menemukan sebuah nisan yang bersurat  yang berlokasi di Jalan Lingge, Gampong Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.( Minggu 15 Mei 2016)
 Dalam  meseuraya rutin Mapesa di gampong Ateuk Jawo Epigraf Aceh Ust Taqiyuddin Muhamad bersama tim Mapesa kembali sukses mengakat tabir dibalik sosok makam yang indah yang penuh seni kaligrafi yang bernuansa islami. Dalam penemuan kali ini pada makam Makam paling barat memiliki batu nisan bersurat. Di bagian atas batu nisan sebelah kaki (selatan) terpahat dengan kaligrafi Arab yang indah: di sisi makam tertulis sebuah ukiran  dalam bahasa Arab

(Gambar Nisan peninggalan zaman
 kerajaan Aceh)
هذا قبر أستا كاتب سر(ي) راج  (Inilah kubur Asta Katib Sri Raja)
 Berikut Uraian singkat Dari Batu Nisan Bersurat tersebut :
1. Asta adalah kata dalam Bahasa Persia berarti guru (ustadz) atau pengajar (mu'allim) (Al-Khuriy, 1876: 21). Dalam masa Mamalik (Dinasti Mameluk) di Mesir, kata Asta atau Astha digunakan untuk menyebut seorang guru yang piawai dan terkenal dalam bidang profesinya (mahaguru/guru besar) (Dahman, 1990: 16). kalau di tinjau dari bahasa Turki saat ini kata profesional atau seorang ahli di sebut sebagai "Usta"
2. Katib adalah kata dalam Bahasa Arab yang berarti penulis, dan Sri Raja adalah gelar kehormatan dalam kerajaan.
3. Penggabungan kata-kata yang berasal dari berbagai kawasan di dunia dalam satu nama atau sebutan sedikit banyak ikut menunjukkan posisi Aceh Darussalam sebagai penghubung bangsa-bangsa di dunia.
4. Sebutan Asta Katib Sri Raja dengan terang menunjukkan kedudukan tokoh di masa hidupnya dalam Kerajaan Aceh Darussalam. Ia adalah ulama, mahaguru, yang sekaligus juga penulis dalam Kesultanan Aceh yang makmur. Semoga Allah merahmati Almarhum dengan rahmat-Nya yang luas.
                       
Mizuardi selaku Ketua Mapesa Aceh Mengajak segenap seluruh masyarakat Aceh dan elemen pemerintah Aceh untuk sama sama kembali bahu membahu menjaga dan merawat situs–situs peninggalan peradaban sejarah Aceh untuk kembali mengukir Aceh sebagai pusat peradaban bangsa bangsa di dunia.pihaknya juga mengajak setiap masrakat untuk ikut bergabung dan berpartisipasi dalam agenda rutin yang kita dan infonya dapat dilihat di grup Facebook Mapesa Aceh dan acara rutin meseuraya juga terbuka untuk umum di setiap hari minggu dengan lokasi yang berpindah-pindah dan menyisir wilayah peninggalan sejarah Aceh Darusalam”ujar Mizuar”

Laporan : Mustakim Al Bachtiary

                

0 Response to " Mapesa : Nisan Bersurat di Gampong Ateuk Jawo "