Suka duka dalam perjalanan ke Turki


Berpose di bandara Internasional Soekarno
Hatta
Tanggal  6 oktober 2015 merupakan salah satu hari yang bersejarah dalam hidup ku. Karena di hari itu saya beserta rombongan ashabul kahfi (begitulah salah seorang teman menyebutnya) melakukan perjalanan ke Turki dalam rangka wisata dan belajar bahasa.  Sahabat ashabul kahfi tersebut antara lain saya Amrullah, reza, Fendi, Tomi, Arif, Amri  dan Nuri. Pertama-tama yang muncul dalam benak saya khususnya ketika hendak melakukan perjalanan keluar negri adalah sebuah perjalanan yang menyenangkan, yang santai, mulus dan tidak memusingkan. Namun taukah di kau  Sahabat Blogger banyak hambatan dan rintangan yang kami temui dalam perjalanan tersebut. Dan semoga menjadi pembelajaran bagi teman-teman yang akan memulai sebuah perjalanan.


Rintangan pertama dan  menjadi pelajaran pertama bagi para petualang biasanya ni ya demi mendapatkan tiket yang lumayan murah terkadang kita (kita?? Iya kita!! Kamu aje kalii hii..hii) ingin mendapatkan tiket yang lebih murah walaupun perjalanan tersebut memakan waktu yang cukup lama dan melelahkan. Dan  itulah yang kami alami kawan. Rute perjalanan yang kami lalui antara lain Jakarta-Kuala Lumpur-Abu dabi-Turki. Dari Jakarta ke malaysia kami berangkat menggunakan Air Asia. Waktu pemeriksaan pihak keimigrasian Indonesia wajah kami rada-rada takut dan pihak imigrasi juga rada-rada mikir sesuatu gitu. Dipikir kami ini pergi untuk tujuan apa gitu (haduuh pusinglah kepala betmen).

Panjang cerita sampailah kami di Kuala Lumpur Internasional Airport. Tau tidak para pemirsa, sesampainya di Bandara kuala lumpur koper salah satu teman kami hilang dan koper saya koyak dan resletingnya terlepas. Entah itu tertukar atau bagaimana koper teman kami juga belum ditemukan kami sudah menghubungi pihak bandara dan pihak bandara juga sudah mengusahakan namun juga belum berhasil. Walhasil kami juga kebingungan mencari solusi dan akhirnya apalah daya kami hasilnya nihil. Ternyata sahabat blogger  selain permasalahan koper permasalahan baru datang lagi menghampiri.  kami ketinggalan kreta angkutan untuk keterminal 1 pemberangkatan internasional. Dan kreta tersebut berakhir beroperasi pukul 1.00 malam waktu Malaysia sedangkan kami sudah telat kira-kira 30 menit. Dan pukul 2.55 pesawat Ettihat ke Abu dhabi akan berangkat. Kami berfikir bahwa pemberangkatan ke terminal satu bisa ditempuh melalui berjalan kaki. Ternyata tidak bisa hiks..hiks..

Dalam kegalauan yang mendalam itulah hadirin sahabat blogger alhmdulillah datanglah  seorang  penolong pakcik dari Malaysia mengarahkan dan mengantar kami untuk naik taksi. Ternyata jarak antara terminal satu dengan terminal lainnya sangat berjauhan dan terpaksalah uang 100 ringgit juga keluar untuk biaya taksi. Habis tu tau tak makcik dengan perjalanan yang sangat melelahkan tu sampai juge kami ke pesawat Ettihat Airline ni. (effek dengar makcik2 di bandara KL becakap-cakap ni)

Singkat ceritenye Sahabat Blogger sampai jugalah kami di Bandara Ataturk Airport Turki. Sampai disitu ada beberapa perbedaan antara Bandara Kuala Lumpur, Bandara Abu Dhabi dengan Bandara Turki. Di bandara turki tidak ada wifi bebas password. Jadi untuk menghubungi teman-teman yang akan menjemput kita sangat susah. Kemudian di bandara Turki untuk mengambil troli harus kita masukkan uang koin Euro, Dolar, atau Turkish Lira. Waduh pusing juga darimana dapat uang tu. Dan alhmdulillah ternyata uang 1000 koin Indonesia juga bisa Sahabat Blogger. Kalau dihitung-hitung koin 1 dolar 14.500. yah lebih baik 1000 rupiah he..he.

Terakhir hikmah dari perjalanan yang kami rasakan dan resapi itu Sahabat Blogger dan untuk para pengembara yang akan keluar negri. Hikmah pertama perhatikan betul koper yang kita bawa, buat tanda yang jelas dan dapat kita kenali. Buat safety yang ekstra agar koper kita tidak rusak ataupun koyak. Dan tahukan anda pemirsa setanahan air ketika koper kita hilang butuh dua minggu lebih dan urusan yang lumayan rumit untuk pengembalian koper ke tempat tujuan kita. Seperti yang disampaikan bang nafi berhati-hatilah. Termasuk berhati-hati dari segi psikologi. Dan hikmah yang kedua dari kehilangan koper itu dari segi psikologi adalah teman saya yang kehilangan koper tersebut dari bandara Abu Dhabi sampai ke Turki berubah psikologinya yang semulanya kalau ngomong medok jawa setelah kehilangan koper di Malaysia nampak kali sekarang berubah total menjadi medok cakap Malaysia “suke-suke jadinye” he..he. yah beginilah sekelumit kisah perjalanan kami teman-teman.





0 Response to " Suka duka dalam perjalanan ke Turki "