Penemuan Ilmuan Muslim dalam Dunia Penerbangan


Karena “ Allah tidak merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka”
 Qur’an Surat Ara’ad :11

(Abbas Ibnu Firnas)
Sejenak kita meninggalkan urusan-urusan yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan internal kita. permasalahan yang mengakibatkan kita kehilangan gairah dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang positif dan bermanfaat untuk masyarkat luas. Sejenak kita mengabaikan perbedaan-perbedaan sudut pandangan diantara kita yang mengakibatkan kita lemah dan mudah di adu domba. sambil menyeruput teh yang hangat di pagi yang indah ini ditemani desiran angin pegunungan yang sejuk mari kita memulai sebuah dialog positif tentang penemuan-penemuan spektakuler sejarah yang terlupakan. Ya penemuan-penemuan yang merubah kompas perjalanan hidup umat manusia dari perjalanan tiada arah dan tujuan menjadi perjalanan yang penuh dengan harmonisasi aturan serta tujuan-tujuan yang jelas dan terarah dalam bimbingan rabbaniyah. Dengan penemuan-penemuan tersebut lahirlah generasi-generasi emas yang mampu menerjemahkan pesan al-qur’an dan sabda rasulullah dalam kafasitas akal rasional umat manusia.
Namun seiring dengan perjalanan waktu umat manusia telah melupakan penemuan yang sangat berarti tersebut. Bahkan, sampai pada titik yang terjauh. Menganggap penemuan itu mustahil telah di temukan. Dan, yang sangat menyedihkan lagi telah muncul aggapan bahwa penemuan-penemuan teknologi spektakuler tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan pengenalan terhadap Sang Maha Pencipta.

Dalam bahasa inggris penemuan diartikan sebagai invention dalam kamus Ensiklopedia Britanika kata 
Invention bermakna “the act of bringing ideas or objects together in a novel way to create something 
that did not exist before” 
Terjemahan bahasa Indonesianya adalah sebuah tindakan membawa ide-ide atau benda bersama-sama
 dalam cara baru untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada.
 
(sketsa sayap burung Buatan Abbas
Ibu firnas)
Jauh sebelum Wright bersaudara menemukan teknologi penerbangan pada tahun 1903 Masehi disekitaran awal abad ke-19. Prof. Arslan Terzioğlu mengatakan pada awal abad ke-7 Masehi Seorang  ilmuan muslim yang bernama  Ismail Ibnu hammad Al-zawhari yang berasal dari daerah Alfarab yang bersuku bangsa Turki mencoba melakukan penerbangan pertamanya dari atap mesjid Naisaburi dengan mengaitkan dua sayap yang terbuat dari kayu, kemudian ia memanggil masyarakat Naisabur untuk melihat penerbangannya. Kemudian ia berkata kepada masyarakat saat itu “wahai masyarkat belum pernah sebelumnya ada penemuan seperti ini. Sekarang saya akan terbang sebelum mata kamu memandang. Dan perlu kalian ketahui Sesuatu penemuan yang terpenting di dunia ini adalah terbang  ke langit” kemudian ia terbang dan beberapa waktu kemudian ia terjatuh dan meninggal. Setidaknya pada abad tersebut ilmuan muslim telah tertarik untuk meneliti dunia penerbangan.

Penelitian-penelitian terhadap dunia penerbangan terus-menerus digeluti oleh ilmuan-ilmuan Muslim. Ilmuan berikutnya adalah Abbas Qasim Ibnu Firnas (di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).Pada tahun 852, di bawah pemerintahan Khalifah Abdul Rahman II, Ibnu Firnas memutuskan untuk melakukan ujicoba ‘terbang’ dari menara Masjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu. Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Keberhasilannya itu tak lantas membuatnya berpuas diri. Dia kembali melakukan serangkaian penelitian dan pengembangan konsep serta teori yang ia adopsi dari gejala-gejala alam yang kerap diperhatikannya. Pada tahun 875, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu membawa manusia. Setelah versi finalnya berhasil dibuat, ia sengaja mengundang orang-orang Cordoba untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di Jabal Al-‘Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba. Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses.

Penemuan spektakuler dalam dunia penerbangan  muslim selanjutnya yang berhasil memperbaharui sistem penerbangan adalah Hazerfen Ahmet Celebi dan Lagari Hasan Celebi pada periode 1630-1632 pada masa ke Khalifahan Usmani Sultan Murad IV. Dimana Aulia Celebi dalam buku Siyahat Namenya mengatakan Hazerfen Ahmet Celebi telah terbang 8-9 menit dari  menara Galata yang terletak di lapangan Okmaydani wilayah Istanbul Eropa dengan menggunakan dua sayap burung buatan  serta menggunakan bantuan arah angin barat dan timur, setelah itu ia  mendarat dengan selamat di lapangan Doğacılar daerah Uskudar Istanbul bagian Asia. Jarak antara penerbangan adalah 3558 Meter menyebrangi laut marmara yang memisahkan Istanbul Eropa dan Asia. Penerbangan ini disaksikan oleh Sultan Murad IV sendiri dari Istana Sarayburnu.

Penemuan yang tidak kalah menariknya lagi adalah Lagari Hasan Celebi. Pada tahun 1632 Ketika malam perayaan kelahiran putri Sultan Murad IV. Di Istana Sarayburnu, Lagari Hasan Celebi
(Patung Lagari Hasan Celebi)
membuat Roket yang bersayap 7 dan diisi dengan 50 Okka bubuk mesiu kemudian roket yang berbahan bakar bubuk mesiu itupun membawanya terbang kemudian sembari terbang beliau mengatakan “Wahai Sultan ku yang diberkati aku terbang untuk berbicara kepada Nabi Isa Alayhi salam” setelah roket turun Lagari Hasan Celebi pun terjun ke air dan mendarat dengan selamat kemudian ia bersujud dan berkata bahwa Isa Alayhi salam memberikan pesan untuknya.
Masih banyak lagi penemuan-penemuan ilmuan Islam dalam bidang teknologi dan disiplin ilmu lainnya yang tidak dapat penulis paparkan disini. Tujuan dari pemaparan ini semua adalah agar kita sebagai generasi muda Islam mampu bangkit kembali dan menorehkan catatan emas sejarah kebangkitan. Mengutip perkataan Cendekiawan Muslim Turki Hodja Efendi Muhammad Fethullah Gulen yang mengatakan “Kita sedang menunggu kebangkitan kedua umat Islam”   yah kita dengan penuh harap dan mengumpulkan seluruh tenaga dan fikiran kita agar mampu merealisasikan kebangkitan kedua umat Islam tersebut.
Kebangkitan tersebut akan muncul dengan cara mengulang kaji ilmu-ilmu terapan baik yang sudah ada maupun yang akan datang, dan tetap berpegang teguh pada dimensi keseimbangan antara akal dan kalbu kita.
semoga kita bisa bangkit kembali seperti benih-benih yang bermunculan di musim semi. Yang berusaha keluar dari dalam cangkang kebodohan dan berusaha bebas dari dalam tanah-tanah kegelapan untuk meraih cahaya matahari ke imanan. Yah generasi-generasi emas ini sedang menunggu media-media yang akan merangsang pertumbuhan mereka. Dan perlu kita ingat “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubah apa-apa yang ada pada diri mereka “Untuk itu jadikanlah diri kita sebagai media bagi pertumbuhan mereka kelak.



0 Response to " Penemuan Ilmuan Muslim dalam Dunia Penerbangan "