10 Penyakit yang Menyebabkan Kematian pada Pria (Bagian III)


Pneumonia Sumber : google.com
Menurut hitungan biologis, Pria memiliki harapan hidup lebih pendek daripada wanita. Cepat ataupun lambat semua kita pasti akan menuju kematian, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjalani kehidupan yang lebih lama dan lebih sehat, serta dapat meningkatkan kualitas hidup kita dan kehidupan keluarga kita secara keseluruhan.


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)yang berpusat di Amerika, pada tahun 2003 lebih dari satu juta orang Amerika meninggal karena penyakit jantung atau kalau kita buat skalanya satu dari dari sembilan orang meninggal di amerika disebabkan oleh penyakit jantung. Perlu kita ketahui juga penyakit jantung tersebut penyebab 80 persen dari semua kematian pria pada tahun itu.biasanya penyakit ini lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Untungnya, banyak penyebab penyakit-penyakit ini bisa dicegah, terkhusus kaum pria dapat mengambil langkah untuk menghindarinya dengan cara mengetahui gejalanya, antara lain, dengan melakukan pemeriksaan rutin ke  dokter ataupun penyedia layanan kesehatan dan dengan melakukan langkah-langkah untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Berikut ini 10faktaunik menyajikan 10 penyakit yang menyebabkan kematian pada pria, dan bagaimana mengenali gejala dan cara mencegahnya dimulai dari nomor 7 sampai dengan nomor delapan  :

Nomor 7 - Penyakit Influenza dan Pneumonia (Radang paru-Paru)

Pengertian Influensa
Menurut CDC, influenza (flu) adalah penyakit pernafasan menular yang disebabkan oleh virus flu. Flu dapat menyebabkan berbagai tingkat penyakit dari yang ringan sampai yang fatal. Flu dapat menyebar dari orang ke orang melalui batuk dan bersin. Beberapa orang, seperti orang dewasa yang lebih tua, wanita hamil, anak-anak, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, berisiko tinggi mengalami komplikasi flu serius dan bisa menjurus kepada kematian.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah flu adalah dengan melakukan vaksinasi flu setiap tahunnya. Mencuci tangan dan menghindari orang lain dengan flu juga bisa membantu.

Pengertian Pneumonia

Gejala Pneumonia : Google.com
Clinic Mayo melaporkan bahwa pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur atau organisme lainnya. Pneumonia adalah gejala khusus terhadap orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan penyakit kronis seperti sistem kekebalan tubuh yang terganggu, Pneumonia juga dapat menyerang orang muda dan dalam kondisi sehat. Ada banyak jenis penyakit radang paru-paru mulai dari  yang serius sampai yang ringan serta dapat mengancam jiwa. Pneumonia yang ditemukan saat berada di rumah sakit bisa saja sangat mematikan. Meskipun antibiotik dapat mengobati beberapa bentuk bakteri pneumonia yang paling umum, strain resisten antibiotik adalah masalah yang berkembang. Oleh karena itu, dan karena penyakitnya bisa sangat serius, sebaiknya dicoba mencegah infeksi terlebih dahulu.
Setiap tahun di Amerika Serikat, rata-rata 5 persen sampai 20 persen penduduk terkena flu, lebih dari 200.000 orang dirawat di rumah sakit karena komplikasi flu, dan sekitar 36.000 orang meninggal karena flu. (CDC)
Setiap tahun, lebih dari 60.000 orang Amerika meninggal karena pneumonia. (Mayo Clinic)
Di seluruh dunia, pneumonia adalah penyebab utama kematian pada anak-anak. (Clinic  Mayo)

Gejala

CDC menyatakan flu biasanya datang tiba-tiba dan mungkin termasuk gejala-gejala ini:
Demam (biasanya tinggi)
Sakit kepala
Kelelahan yang sangat ekstrim
Batuk kering
Sakit tenggorokan
Hidung berair atau tersumbat
Sakit otot, Mual, muntah, dan diare juga bisa terjadi, namun lebih sering terjadi pada anak daripada orang dewasa
Menurut Clinic Mayo, tanda dan gejala pneumonia dapat bervariasi dengan banyak kasus pneumonia berkembang mendadak. Gejalanya bisa meliputi:
Sakit dada
Demam
Panas dingin
Batuk
Sesak napas
Flu sangat menginfeksi, tapi juga bisa dikaitkan dengan penyakit lain atau terjadi sendiri.

Pencegahan:

Pneumonia sedikit lebih rumit dibanding flu karena biasanya Anda tidak "terinfeksi" pneumonia dari orang lain. Pada umumnya, penyakit ini berkembang dari sistem kekebalan tubuh Anda yang melemah, dan kemunculan penyakit ini seringkali tanpa alasan yang diketahui. Berikut Saran dari Clinic Mayo yang dapat membantu mencegah pneumonia:
Dapatkan vaksinasi dari dinas kesehatan. Karena pneumonia bisa menjadi komplikasi flu, mendapat suntikan flu tahunan adalah cara yang baik untuk mencegah pneumonia influenza, yang dapat menyebabkan penumbuhan bakteri pneumonia. Sebagai tambahan, dapatkan vaksinasi terhadap pneumonia pneumokokus setidaknya sekali setelah usia 55 tahun dan, jika Anda memiliki faktor risiko, setiap lima tahun setelahnya.
Pencegahan yang kedua dengan cara mencuci tangan dengan bersih. Tangan Anda hampir selalu kontak dengan kuman yang bisa menyebabkan pneumonia. Kuman ini masuk ke tubuh Anda saat Anda menyentuh mata Anda atau menggosok bagian dalam hidung Anda. Cuci tangan Anda secara menyeluruh hal ini bisa membantu mengurangi risiko Anda. Terkadang Saat mencuci tangan tidak memungkinkan, gunakan pembersih tangan berbasis alkohol, yang bisa lebih efektif daripada sabun dan air dalam menghancurkan bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit. Terlebih lagi, kebanyakan pembersih tangan mengandung bahan yang membuat kulit Anda lembab. Bawa satu dari pembersih tangan tersebut di dompet Anda atau di saku Anda.
Pencegahan yang ketiga adalah berhenti merokok. Merokok dapat merusak pertahanan alami paru-paru Anda terhadap infeksi saluran pernafasan.
Pencegahan yang keempat Jaga waktu istirahat mu. Istirahat yang tepat dan makanan yang kaya buah, sayuran dan biji-bijian, bersamaan dengan olahraga ringan, dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat.
Lindungi orang lain dari infeksi. Jika Anda menderita pneumonia, cobalah untuk menjauh dari orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang terganggu. Bila itu tidak memungkinkan, Anda bisa membantu melindungi orang lain dengan memakai masker wajah atau selalu terbatuk-batuk ke tisu.

Nomor 8 – Penyakit Bunuh Diri akibat Depresi

ilustrasi : Google.com
Menurut Clinic Mayo, pada kondisi dan situasi tertentu pria lebih mungkin untuk bunuh diri dibandingkan wanita karena mereka cenderung menggunakan cara mematikan, seperti senjata api. Depresi adalah salah satu faktor risiko terpenting mengapa sering terjadi bunuh diri. Sayangnya, depresi pada pria sangat kurang didiagnosa disebabkan pria cenderung tidak mencari pertolongan dan karena pria sangat jarang menunjukan gejala awal tentang permasalahan mereka, seperti kesedihan dan depresi, namun lebih cenderung depresi mereka disebabkan oleh kelelahan, mudah tersinggung, gangguan tidur, dan kehilangan minat khususnya dalam pekerjaan dan hobi. (Clinic  Mayo)

Tentang Depresi
ilustrasi depresi : Sumber Google.com
Menurut Jaringan Kesehatan Pria, depresi adalah penyebab utama permasalahan di A.S. Dalam beberapa kasus, jika di tinjau dari ilmu biologi depresi disebabkan oleh kurangnya bahan kimiawi di dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk menjaga energi.  Jika anda Memiliki anggota keluarga dengan tingkat depresi yang akut, ini dapat memperburuk keadaan anda dan keluarga anda. Untungnya, dalam kebanyakan kasus, depresi bisa diatasi dan diobati. Jika Anda sendiri yang mengalami depresi, pastikan anda segera ke dokter. Menunggu dan mendiamkan kondisi anda hanya akan memperburuk keadaan dan orang-orang terkasih di sekitar Anda. (Jaringan Kesehatan Pria)
Menurut CDC:
Pada tahun 2004, lebih dari 32.000 kasus bunuh diri terjadi di A.S. Ini setara dengan 89 orang bunuh diri per harinya; dan kalau kita hitung dengan satuan menit maka satu orang bunuh diri setiap 16 menit atau skalanya  11 orang  bunuh diri per 100.000 orang.
Persentase bunuh diri Laki-laki hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan wanita dan mewakili 79 persen dari seluruh kasus bunuh diri A.S sendiri.
Tingkat bunuh diri untuk pria tertinggi di antara mereka yang berusia 75 dan lebih tua lagi. (tingkat 36 per 100.000).
Penggunaan Senjata api sangat mempengaruhi dalam 57 persen kasus bunuh diri di antara laki-laki, dan menjadikannya cara yang paling umum digunakan oleh pria.
Jumlah kematian akibat bunuh diri hanya mencerminkan sebagian kecil dampak perilaku bunuh diri. Pada tahun 2002, lebih dari 90.000 orang dirawat di rumah sakit setelah usaha bunuh diri.
Gejala
Menurut Clinic Mayo, orang yang berisiko bunuh diri mungkindisebabkan oleh:
 depresi yang sangat ekstrim, moody, Isolasi sosial atau, Telah mengalami krisis kehidupan baru-baru ini. Terjadinya perubahan pada kepribadian. Merasa tidak berharga dalam menjalani hidup ini. Penyalahgunaan alkohol atau narkoba. Sering memikirkan kematian yang sangat berlebihan. Bicara tentang kematian dan penghancuran diri.

Pencegahan
ilustrasi berusaha bebas dari depresi : google.com
Jangan berharap bisa mengatasi depresi sendirian. Ini adalah penyakit, bukan sesuatu bisa anda fikirkan ini akan  "sembuh." Dengan sendirinya. Jika Anda mengalami depresi, bicarakan dan konsultasilah dengan dokter Anda. Dalam situasi mendesak, pergilah ke ruang gawat darurat atau pusat bantuan krisis. dan, mintalah saran dari teman dan anggota keluarga jika mereka mendorong Anda untuk mencari pertolongan. Mereka sering kali adalah orang yang pertama memperhatikan permasalahan anda. (Clinic Mayo)

bekerjalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan emosional Anda. Ketika stres anda tidak hilang, ia mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan risiko penurunan drastis  kondisi fisik dan mental anda. The Men's Health Network merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup untuk membantu Anda mengatasi depresi antara lain:
Merawat Diri Sendiri - Berolahraga, makan dengan baik dan perbanyak waktu tidur berkualitas anda.
Shalat  - Telah terbukti menurunkan tekanan darah dan mengurangi ketegangan.
Usahakan sesering mungkin berbicara dan berdiskusi dengan Seseorang Lain - Ini akan menciptakan jaringan pendukung dalam mengurangi ketegangan pada syaraf anda.
Prioritaskan - Simpan hal yang paling penting untuk nanti.
Ketahuilah Batas kemampuan Anda - Terkadang tidak buruk hanya berjalan kaki saja.

Jaga kesehatan anda - Jangan beralih ke alkohol, tembakau atau narkoba.

15 Responses to " 10 Penyakit yang Menyebabkan Kematian pada Pria (Bagian III) "

  1. Nice artikelnya gan.

    ReplyDelete
  2. Waduh. Harus mulai mencegah hal yg mengerikan dr skrng

    ReplyDelete
  3. Sering sharing juga ke temen nih kalau punya masalah , meskipun hanya flu yang terus menerus

    ReplyDelete
  4. Makasig gan bermanfaat banget btw yang depresi sih nggak begitu ya masak bunuh diri pendek amat pikirannya

    ReplyDelete
  5. Serem juga ya penyakitnya. Depresi juga ternyata bisa bikin mental jadi ancur dan akhirnya jadi pngen bunuh diri

    ReplyDelete
  6. mengerikan min penyakitnya .. bermanfaat infonya

    ReplyDelete
  7. wah nice info gan, jadi lebih berhati-hati deh~

    ReplyDelete
  8. Terima kasih infonya mas salam sukses

    ReplyDelete
  9. bikin merinding infonya gan taapi bermanfaat thanks #JEJAK

    ReplyDelete
  10. templatenya keren bro :v
    jangan lupa kunjungi blog saya pelajaraneh2.blogspot.com

    ReplyDelete